Definition of the rich and poor
Kekayaan sebenarnya bukan cuma soal berapa banyak uang yang kita punya, tapi seberapa lama kita bisa mempertahankan gaya hidup tanpa harus terus bekerja.
Menurut Robert Kiyosaki, penulis buku Rich Dad Poor Dad, seseorang bisa disebut kaya kalau pendapatan pasifnya (passive income) lebih besar dari biaya hidupnya (cost of life).
Artinya, meskipun dia berhenti bekerja, penghasilannya tetap cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Sedangkan ada beberapa yang berpendapat bahwa setiap orang punya ukuran kaya yang berbeda. Misalnya orang yang punya 10 juta bisa merasa sudah kaya. Tapi orang lain yang punya 10 miliar mungkin merasa belum cukup. Jadi, rasa “kaya” sangat tergantung pada pembanding dan cara pandang diri sendiri.
Maka dari itu kekayaan bukan diukur dari seberapa besar gaji atau penghasilan aktif yang kita dapat. Tetapi dari seberapa besar pendapatan pasif (uang yang tetap masuk meski kita tidak bekerja). Dan seberapa baik kita mengatur waktu dan menikmati leisure time atau waktu luang tanpa stres keuangan.
Mindset about assets
Banyak orang berpikir bahwa semua hal yang kita miliki seperti rumah, mobil, atau barang berharga lainnya otomatis termasuk aset. Tapi sebenarnya, tidak semua yang terlihat berharga benar-benar bisa disebut aset.
Tetapi ada beberapa pendapat seperti :
Aset dalam akuntansi aset adalah semua harta atau kekayaan yang kita miliki, dan kewajiban (passiva) adalah semua hal yang harus kita bayar atau utang kita kepada pihak lain.
Rumus sederhananya adalah:
Total Aset = Total Kewajiban + Modal Pemilik
Jadi, meskipun kita punya rumah atau mobil yang dibeli lewat pinjaman bank, itu tetap dihitung sebagai aset dalam akuntansi karena nilainya tercatat sebagai sesuatu yang kita miliki.
Sedangkan menurut Robert Kiyosaki (penulis Rich Dad Poor Dad), pengertian aset sedikit berbeda. Yaitu : Aset adalah segala hal yang menghasilkan pemasukan. Sedangkan kewajiban (Liability) adalah segala hal yang menghasilkan pengeluaran.
Contohnya:
Rumah yang disewakan ke orang lain dan menghasilkan uang tiap bulan = Aset.
Tapi rumah yang kita tempati sendiri dan setiap bulan butuh biaya listrik, air, pajak, dan perawatan = Kewajiban, karena justru menguras uang.
Work for what?
Setiap orang memiliki pola keuangan yang berbeda. Orang miskin biasanya memiliki penghasilan yang langsung habis untuk kebutuhan sehari-hari. Kelas menengah lebih memilih membeli kewajiban yang dianggap sebagai aset, misalnya rumah atau mobil dengan cicilan. Sedangkan orang kaya lebih fokus mengalokasikan penghasilan mereka untuk investasi dan pengembangan aset produktif.
Perbedaannya bukan pada jumlah uang yang dimiliki, tetapi cara mereka mengelola uang.
Mengapa Orang Kaya Semakin Kaya
Orang kaya biasanya tidak langsung meningkatkan gaya hidup meskipun pendapatannya naik. Mereka lebih memilih untuk menambah aset baru agar pendapatannya terus bertambah. Sedangkan, kebanyakan orang kelas menengah menaikkan pengeluaran setiap kali penghasilannya naik, misalnya mereka membeli mobil lebih mahal atau memperbesar rumah sehingga penghasilannya habis.
Hal yang harus diingat adalah mengubah pola pikir bahwasanya “uang tidak dibawah mati tapi bisa menolong orang yang hampir mati dan bisa menjadi warisan. Uang tidak membeli cinta tapi hanya dengan uang cinta bisa menjadi halal”
Untuk mencapai kebebasan finansial, dibutuhkan beberapa langkah penting, yaitu:
Berani memulai sesuatu, meskipun kecil.
Membedakan utang baik dan utang buruk.
Berinvestasi pada pendidikan diri sendiri, karena pengetahuan adalah modal utama.
Membangun relasi dengan orang yang berpikiran positif dan visioner.
Fokus membangun aset yang menghasilkan, bukan hanya menambah kewajiban.
Utang Baik dan Utang Buruk
Tidak semua utang itu buruk.
Utang baik adalah utang yang digunakan untuk hal produktif dan bisa menghasilkan uang, seperti membeli rumah kos untuk disewakan atau membuka usaha.
Utang buruk adalah utang konsumtif yang justru menghabiskan uang, seperti membeli barang mewah demi gengsi.
Utang baik membantu membangun aset, sedangkan utang buruk hanya menambah beban keuangan.
Uang Adalah Ide
Uang bukan hanya alat tukar, tetapi juga hasil dari sebuah ide. Orang yang mampu berpikir kreatif dan melihat peluang akan lebih mudah menciptakan sistem yang bisa menghasilkan pendapatan secara berkelanjutan.
Kuncinya adalah membangun “pipa keuangan” yang terus mengalir, bukan “ember” yang cepat habis. Dengan cara ini, kita tidak hanya bekerja untuk uang, tetapi membuat uang bekerja untuk kita.
.jpg)
0 Komentar