Nama: Nur Ulfiah Triputri Iskandar

Kelas: C

NIM: 240907502030


PENGERTIAN

Skala ekonomi adalah ketika peningkatan skala produksi menyebabkan penurunan biaya rata-rata (biaya per unit). Sedangkan Disekonomis skala terjadi ketika peningkatan skala produksi menyebabkan kenaikan biaya rata-rata (biaya per unit). Hal ini bersifat internal (karena pertumbuhan perusahaan individu), atau bersifat eksternal (karena pertumbuhan industri secara keseluruhan).


SKALA EKONOMIS (INTERNAL)
    Skala Ekonomis (Internal) sebagai manfaat yang diperoleh perusahaan individu ketika mereka tumbuh, yang menghasilkan penurunan biaya rata-rata. Ada beberapa faktor yang menyebabkan hal ini. Salah satunya adalah skala ekonomi pembelian, di mana perusahaan besar dapat membeli bahan baku dalam jumlah besar dan mendapatkan diskon,yang mengurangi biaya per unit.
    Perusahaan juga bisa memanfaatkan teknologi, produksi yang lebih efisien, seperti mesin otomatis, untuk menghasilkan lebih banyak output dalam waktu yang lebih singkat, yang menurunkan biaya per unit. Perusahaan yang lebih besar bisa memperoleh skala ekonomi manajerial, yang terjadi ketika perusahaan, meningkat efisiensi.
    Skala ekonomi keuangan juga menjadi keuntungan, di mana perusahaan besar dapat mengakses pinjaman dengan bunga lebih rendah karena dianggap kurang berisiko. Skala  ekonomi pemasaran juga berlaku, di mana biaya tetap, seperti iklan, bisa dibagi di antara lebih banyak unit produk, menurunkan biaya per unit.
    Semua faktor ini menunjukkan bagaimana perusahaan individu dapat memperoleh keuntungan dari pengurangan biaya per unit saat mereka tumbuh, yang merupakan contoh dari skala internal.

SKALA EKONOMIS (EXTERNAL)
    Skala Ekonomis (Eksternal) merujuk pada manfaat yang diperoleh perusahaan atau industri ketika terdapat peningkatan produksi atau kegiatan ekonomi secara keseluruhan dalam suatu kawasan atau sektor tertentu. Berbeda dengan skala ekonomis internal yang mengacu pada keuntungan yang diperoleh perusahaan itu sendiri seiring peningkatan skala produksi, skala ekonomis eksternal lebih terkait dengan dampak positif yang dihasilkan oleh faktor-faktor luar perusahaan, yang dapat meningkatkan efisiensi atau menurunkan biaya produksi.

SKALA DISEKONOMIS (INTERNAL)
        Skala Disekonomis (Internal) dapat terjadi ketika suatu perusahaan menghadapi peningkatan biaya per unit produk ketika mereka memperbesar skala produksinya. Dalam hal ini, perusahaan tidak lagi mendapatkan keuntungan efisiensi yang seiring dengan ekspansi produksinya. Sebaliknya, mereka mulai menghadapi biaya yang lebih tinggi per unit akibat peningkatan ukuran atau kapasitas produksi yang tidak lagi dapat dikelola dengan eifisien.
    Faktor-faktor yang menyebabkan skala disekonomis internal:
1. Manajemen yang lebih sulit
2. Komunikasi yang terhambat
3. Kepadatan yang berlebihan
4. Keterbatasan sumber daya.

SKALA DISEKONOMIS ( EXTERNAL)
    Skala Disekonomis (External) dapat terjadi ketika perkembangan atau ekspansi industri atau sektor tertentu dalam suatu wilayah menyebabkan peningkatan biaya bagi perusahaan-perusahaan yang berada di luar kontrol langsung mereka. Dalam hal ini, perusahaan menghadapi dampak negatif dari faktor-faktor eksternal yang berhubungan dengan peningkatan aktivitas ekonomi secara keseluruhan, yang justru meningkatan biaya mereka.
    Faktor-faktor yang menyebabkan skala disekonomis eksternal
1. Kemacetan dan kekurangan infrastuktur
2. Persaingan tenaga kerja yang ketat
3. Keterbatasan sumber daya alam atau bahan baku
4. Pencemaran dan dampak lingkungan.

CONTOH SKALA EKONOMIS:
    Sebuah kawasan pertanian yang memproduksi satu jenis komoditas dalam jumlah besar, seperti gandum, dapat menyababkan penyediaan alat dan teknologi pertanian yang lebih efisien  dan murah. Selain itu, pengusaha pertanian dalam kawasan tersebut mungkin mendapatkan akses lebih mudah ke pasar, yang mengurangi biaya transportasi dan distribusi.

CONTOH SKALA DISEKONOMIS:
    Di kota-kota besar atau kawasan industri fashion seperti di Paris atau Milan, jika terlalu banyak perusahaan fashion berkumpul di satu kawasan, kemacetan distribusi bisa terjadi. Transportasi barang menjadi lebih lambat karena banyaknya perusahaan yang mengirimkan produk mereka pada waktu yang bersamaan. Hal ini menyebabkan pengiriman lebih lama dan biaya logistik meningkat, yang bisa mengarah pada peningkatan harga barang untuk konsumen.