EKONOMI MAKRO 

Ada beberapa tujuan-tujuan utama ekonomi makro pemerintah dan indikator-indikator yang akan digunakan untuk menilai kinerja pemerintah terhadap tujuan-tujuan ini. 

 - Tujuan yang pertama adalah pertumbuhan ekonomi dan pemerintah ingin melihat peningkatan dalam output yang dihasilkan oleh ekonomi, karena ini akan membantu meningkatkan standar hidup dan indikator utama. Untuk pengukuran di sini adalah PDB real yang merupakan singkatan dari produk domestik bruto. Pada dasarnya nilai total dari semua output yang diproduksi  dalam suatu ekonomi dalam suatu peridoe waktu dan bagian real hanya berarti bahwa itu telah disesuaikan dengan perubahan inflasi sehingga memperhitungkan peningkatan aktual dalam nilai output dan bukan hanya apa yang disebabkan oleh kenaikan harga.

- Tujuan kedua adalah  mengurangi pengangguran atau meningkatkan tingkat pekerjaan. Pengukuran tersebut dilakukan melalui jumlah klaim tunjangan pengangguran, survei angkatan kerja (mengidentifikasi orang yang siap bekerja tetapi belum mendapatkan pekerjaan)

- Tujuan ketiga adalah stabilitas harga. Pemerintah berupaya menjaga inflasi tetap stabil, biasanya di sekitar 2% (di Inggris tugas ini dipegang Bank of England). Indikator yang digunakan adalah Indeks Harga Konsumen (CPI), dan Indeks Harga Eceran (RPI). Inflasi adalah kenaikan rata rata harga dalam periode tertentu.

- Tujuan keempat adalah stabilitas neraca pembayaran pada akun berjalan. Pemerintah berusaha menghindar surplus atau defisit besar yang berkelanjutan. Neraca pembayaran mencatat arus keuangan masuk dan keluar, termasuk pembayaran untuk ekspor dan impor. Jangan bingungkan dengan keseimbangan anggaran, yang mencatat perbedaan antara pengeluaran pemerintah dan pendapatan dari pajak. 


PERTUMBUHAN EKONOMI 

DPR telah mengesahkan RUU APBN 2025 menjadi undang - undang, didukung oleh delapan fraksi. APBN 2025 merupakan APBN transisi dari pemerintahan Jokowi ke Prabowo, dengan target utama 

- Pertumbuhan ekonomi : 5,2%

- Inflasi : 2,5%

- Nilai tukar rupiah : Rp. 16.000/USD

- Tingkat pengangguran terbuka : 4,5-5%

-  Kemiskinan : 7-8%, kemiskinan ekstrem 0%

- Gini Rasio ; 0,379-0,373

Program prioritas meliputi makan bergizi gratis, renovasi sekolah, pemeriksaan kesehatan gratis, serta pemberdayaan petani dan nelayan. Pendapatan negara diproyeksikan mencapai Rp. 5,13 Triliun. APBN ini dirancang untuk mendukung transisi pemerintahan yang efektif, meningkatkan daya saing ekonomi, dan menjaga stabilitas menghadapi risiko global.


SIKLUS EKONOMI 

Dalam penyusunan angka indeks, ditetapkan suatu tahun dasar dengan nilai, ditetapkan suatu tahun dasar dengan nilai 100; perubahan dari angka ini menunjukkan presentase kenaikan atau penurunan relatif terhadap tahun dasar tersebut.

Penggunaan angka indeks memungkinkan perbandingan data secata efisien antar periode waktu atau antar negara. Misalnya, kita dapat melihat bahwa tingkat inflasi Inggris pada tahun 2011 adalah 4,3%, sementara di Amerika serikat sebesar 2,5%. Namun, penting untuk diingat bahwa angka indeks hanya menggambarkan tingkat perubahan, bukan nilai absolut. Artinya, kita dapat membandingkan laju kenaikan pengangguran antara Inggris dan Amerika serikat, tetapi tidak dapat menyimpulkan jumlah absolut pengangguran di kedua negara tersebut, mengingat perbedaan populasi.

Selain itu, untuk menghitung perubahan antara dua angka indeks, perlu dilakukan perhitungan persentase perubahan dengan membagi selisih indeks dengan indeks awal, lalu mengalikannya dengan 100.